Apa Itu Reseller?

Jika anda tertarik untuk berbisnis secara online, anda pasti sudah pernah menemui istilah reseller. Tapi apa itu reseller? Saya akan menjelaskannya secara singkat dalam artikel berikut ini.

apa itu reseller?

Reseller adalah pihak yang membeli suatu barang atau jasa, dengan tujuan untuk dijual kembali. Dan tentunya, pihak yang menjadi reseller tersebut menjual barang atau jasa itu dengan harga yang menguntungkan. Contohnya, dalam bisnis hosting, ada istilah paket reseller hosting. Jika kita membeli paket ini, kita akan bisa membuat banyak akun hosting, yang bisa kita jual lagi. Jika paket reseller hosting yang kita ambil itu harganya $10 per bulan, lalu kita berhasil menjual sebanyak 20 paket hosting dengan tarif masing-masing $2 per bulan, maka kita akan mendapatkan keuntungan sebesar $30 per bulan. Ini hanya gambaran kasar saja, dan contoh saya ambil dari industri yang memang cukup saya pahami seluk beluknya.

Sekarang ini memang sebagian besar dari para pemilik online shop adalah reseller. Jadi, mereka tidak memproduksi sendiri barang yang mereka jual. Mereka hanya membeli dari supplier, kemudian menjualnya lagi dengan harga yang lebih tinggi, dan selisihnya menjadi keuntungan mereka. Yang lebih menguntungkan lagi, sekarang ini untuk menjadi reseller terkadang kita bahkan tidak perlu keluar uang untuk modal. Jika supplier kita memperbolehkan sistem dropship, kita hanya perlu “mengoper” order yang masuk. Jadi pembeli membayar ke kita, kita ambil bagian yang merupakan keuntungan kita dari menaikkan harga, lalu kita kirimkan dananya ke supplier. Setelah itu, supplier yang akan langsung mengirimkan barang ke pembeli kita.

Tapi jujur saja bagi konsumen seringkali sistem reseller dan dropship agak membingungkan, dan kadang menyebalkan. Di marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak, banyak penjual yang hanya merupakan reseller dari supplier yang juga berjualan di marketplace yang bersangkutan. Jadi seringkali saat kita mencari sesuatu, kita akan menemukan banyak barang yang sama persis, tapi harganya berbeda-beda. Jadi marketplace tersebut kesannya menjadi cluttered. Dan tidak jarang, saat kita ingin membeli sesuatu yang spesifik, tiba-tiba dibatalkan oleh penjual karena tidak ada stok. Kita coba ke seller-seller lain yang juga menjual barang itu, ternyata sama, mereka meng-cancel dengan alasan tidak ada stok. Kok bisa kehabisan stok bareng-bareng dan dengan cara yang sama? Tadinya masih menawarkan barang itu, tapi setelah diorder dicancel karena barang habis semua? Ya karena suppliernya itu satu, resellernya yang kebanyakan 😀 .

Sekian artikel pendek yang menjelaskan tentang apa itu reseller. Semoga bermanfaat.

Privacy Policy