Cara Membuat Website Sendiri

Berikut ini adalah cara membuat website sendiri dengan cepat dan mudah. Karena tutorial ini cukup panjang, maka supaya mudah untuk dipahami akan saya bagi menjadi beberapa bagian.

Website Gratisan

Jika anda hanya membutuhkan website untuk keperluan pribadi, misalnya untuk blog pribadi, maka website gratisan saja mungkin sudah cukup. Dengan membuat website gratisan, anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk domain dan hosting. Ada 2 platform website gratisan yang paling populer, yaitu Blogger dan WordPress.com. Jika anda memilih Blogger, anda akan dapat membuat website dengan alamat namabloganda.blogspot.co.id, sedangkan jika anda memilih WordPress.com, anda akan dapat membuat website dengan alamat namabloganda.wordpress.com. Jadi memang anda tidak akan mendapatkan domain sendiri, melainkan hanya subdomain dari platform yang anda pilih tadi.

Membuat Blog Gratisan Menggunakan Blogger

Cara untuk membuat blog gratisan dengan platform Blogger dan menggunakan subdomain Blogspot saya jelaskan di halaman ini.

Membuat Blog Gratisan Menggunakan WordPress.com

Langkah-langkah untuk membuat blog gratisan di WordPress dengan menggunakan subdomain wordpress.com saya jelaskan di halaman ini.

Website Berbayar Dengan Domain dan Hosting Sendiri

Jika anda membutuhkan sebuah website untuk bisnis atau perusahaan anda, tentu saja anda harus membuat website berbayar, dengan domain dan hosting sendiri. Anda tidak perlu khawatir karena sekarang biaya tahunan untuk domain dan hosting tidak mahal. Untuk domain, jika anda menggunakan ekstensi seperti .com, .net, dan .org, biayanya sekitar $10 saja per tahun. Sangat murah kan? Sedangkan untuk hostingnya, tergantung dari hosting seperti apa yang anda inginkan. Jika nantinya website anda hanya sebagai tempat untuk memajang profil perusahaan, yang pengunjungnya tidak terlalu banyak, maka paket hosting seharga $5 per tahun saja sudah cukup. Jadi, total biaya yang anda keluarkan untuk website anda hanya $15 per tahun! Sangat murah kan?

Registrasi Domain

Untuk mendaftarkan domain untuk website anda, anda bisa mengunjungi salah satu domain registrar. Untuk saya pribadi, saya lebih suka domain registrar luar (bukan perusahaan Indonesia), seperti Name.com, Namesilo.com, Dynadot.com, dan GoDaddy.com. Alasannya? Karena mereka sangat fleksibel. Kita bisa dengan mudah memindah domain dari satu registrar ke registrar lainnya. Kalau registrar lokal? Ya bisa juga, tapi prosesnya lebih lama, itu saja. Kalau anda register di domain registrar luar, anda harus punya kartu kredit atau PayPal. Atau anda bisa juga memakai virtual credit card seperti yang ditawarkan oleh CIMB Niaga. Kalau anda pakai registrar lokal, lebih mudah, karena anda bisa pakai transfer bank.

Karena yang sering saya pakai adalah registrar luar, saya akan menjelaskan langkah demi langkah registrasi domain menurut yang sering saya praktekkan saja, di salah satu registrar yang saya sebutkan di atas.

Secara umum, berikut ini adalah langkah-langkah registrasi domain:

  1. Kunjungi salah satu registrar domain.
  2. Gunakan search box yang tersedia untuk mencari domain yang ingin anda register.
  3. Setelah menemukan domain yang pas, masukkan ke dalam kereta belanja anda. Biasanya ada tombol add to cart.
  4. Setelah ini biasanya anda diminta untuk membuat akun di registrar domain tersebut. Buat akun, dengan data yang lengkap dan valid.
  5. Setelah akun terbuat, anda bisa melanjutkan proses registrasi domain anda tadi.
  6. Check out dan lanjutkan ke proses pembayaran.
  7. Bayar dengan metode pembayaran yang cocok dengan anda.

Di antara beberapa domain registrar yang saya pakai, menurut saya yang paling murah adalah Namesilo. Harga domain di Namesilo bisa anda lihat di screen shot di bawah ini:

Kalau anda ingin meregister domain Indonesia seperti .id, .co.id, atau .web.id, anda harus menggunakan registrar lokal. Salah satu penyedia layanan registrasi domain yang sering saya pakai adalah Shehoster.com. Ini juga merupakan penyedia hosting. Jadi, kalau anda ingin praktis, anda bisa sekaligus membeli paket hosting di sana. Harganya sangat terjangkau.

Berlangganan Akun Hosting

Ingat, mempunyai domain bukan berarti bahwa anda langsung mempunyai website. Domain ibarat sepetak tanah, dan website adalah bangunan yang anda bangun di atasnya. Setelah anda berhasil register domain, anda harus mengunjungi salah satu perusahaan web hosting dan membeli paket hosting di sana. Sebagian besar perusahaan menyediakan layanan registrasi domain sekaligus hostingnya. Tapi, saya pribadi, lebih menyukai yang terpisah. Jadi register domain di perusahaan A, dan hosting di perusahaan B.

Hosting seperti apa yang harus anda beli? Untuk awalnya paket hosting yang paling murah saja tidak apa-apa. Besok setelah website anda ramai dan mendapatkan banyak pengunjung, baru lah anda perlu membeli paket hosting yang lebih bagus. Yang jelas, saya sarankan membeli paket hosting yang menggunakan cPanel, karena control panel hosting ini yang paling mudah untuk digunakan. Sebelum membeli akun hosting, tidak ada salahnya jika anda menggunakan Google untuk mencari kupon diskon dari perusahaan hosting yang anda minati. Biasanya dengan menggunakan kupon diskon anda bisa mendapatkan potongan harga yang lumayan.

Banyak perusahaan hosting yang menggunakan “jebakan harga.” Jadi mereka menulis bahwa harga paket hosting termurah seharga misalnya $2,5 per bulan, tapi setelah kita berusaha membelinya, ternyata harga itu berlaku kalau kita langsung berlangganan selama 3 tahun yang membayar di muka. Jika anda ingin membeli hosting bulanan yang benar-benar murah walaupun dibayar secara bulanan, anda bisa coba HawkHost.com. Paket Primary shared hosting hanya $4.99 saja per bulan, dan bisa lebih murah lagi kalau anda menggunakan kupon diskon, yang bisa anda temukan dengan menggunakan Google, dengan mencari kata kunci Hawkhost Coupons.

Mengarahkan Domain ke Hosting Dengan Mengubah Nameservers

Domain anda register di perusahaan A. Sedangkan akun hosting anda di perusahaan B. Nah, sekarang tentunya anda harus “menyambungkan” antara domain anda dan hosting anda kan? Ini bisa dilakukan dengan mengganti nameservers. Setting nameservers apa yang harus anda pakai biasanya ada dalam welcome email yang anda terima dari perusahaan hosting setelah anda berlangganan akun hosting.

Untuk mengubah nameservers domain anda, anda harus login ke domain registrar tempat anda mendaftarkan domain anda. Lalu, ubah setting nameservers nya. Screen shot di atas adalah contoh yang saya ambil dari control panel domain yang diregister di Name.com.

Proses Propagasi Domain

Menurut pengalaman pribadi, biasanya domain yang baru saja diganti nameservers nya membutuhkan waktu satu atau dua jam sebelum bisa digunakan. Tapi, terkadang prosesnya sampai 24 jam. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mempercepat proses ini. Kita harus menunggu. Bagaimana tanda bahwa domain sudah selesai proses propagasinya? Ya diakses saja. Jika anda menggunakan hosting dengan cPanel, coba kunjungi namabloganda.tld/cpanel. Contohnya, kalau untuk blog ini, ya akoso.com/cpanel.

Menginstall Website Baru Anda

Setelah proses propagasi selesai, dan anda sudah bisa masuk ke cPanel nya, yang harus anda lakukan sekarang adalah menginstall website baru anda. Sekarang hampir semua perusahaan hosting dengan cPanel sudah dilengkapi dengan Softaculous. Ini akan membantu anda untuk menginstall CMS (Content Management System) dengan mudah dan cepat. Dengan Softaculous anda bisa menginstall berbagai macam CMS. Tapi, untuk tutorial ini, yang akan saya bahas adalah WordPress.

Menginstall WordPress Menggunakan Softaculous

Login ke cPanel anda dengan mengunjungi namabloganda.tld/cpanel.

Cari menu Softaculous dan klik pada iconnya.

Pilih WordPress dari beberapa aplikasi yang tersedia.

Klik pada tombol Install Now.

Isi semua data yang diminta. Kosongkan saja kolom In Directory jika anda ingin meng-install wordpress di namabloganda.tld, dan bukan di namabloganda.tld/namadirectory. Jangan lupa catat username dan password anda. Setelah selesai mengisi semua kolom, klik tombol Install.

Tunggu sampai proses instalasi selesai, biasanya hanya memakan waktu kurang dari 1 menit saja.

Setelah WordPress berhasil ter-install, anda bisa mencoba mengaksesnya di namabloganda.tld. Untuk login ke backend (administrasi WordPress nya) anda bisa ke namabloganda.tld/wp-admin.

Berikut ini adalah beberapa hal yang sering membuat bingung para pemula:

  • Ingat : Jadi anda mempunyai 2 login yang berbeda. 1 login ke cPanel (untuk mengatur berbagai macam hal yang berhubungan dengan hosting, termasuk untuk meng-install WordPress), dan 1 login ke blog WordPress yang baru saja anda install tadi.
  • Login ke client area hosting bukan login ke cPanel.

Tutorial ini belum selesai, karena proses membuat website cukup panjang dan banyak yang dibahas. Saya akan selesaikan tutorial ini sedikit demi sedikit 🙂 .

Artikel terkait:

Privacy Policy