Domain Indonesia – Pilih .ID atau .CO.ID?

Sejak domain .id dirilis, saya melihat banyak hal menarik. Walaupun baru “beredar” sekitar 2 tahun lebih, ekstensi yang satu ini sudah sangat banyak yang di-register. Selain itu, saat mencari informasi dengan Google.co.id, saya juga terkadang menemukan website dengan ekstensi .id. Tapi sayangnya, popularitas ekstensi .id kelihatannya terlalu “dipaksakan.” Contohnya, sempat ada diskon besar-besaran, yang memungkinkan kita untuk me-register domain .id hanya dengan membayar sebesar Rp. 20.000 saja. Tapi itu hanya untuk tahun pertama. Tahun selanjutnya (renewal), kita harus membayar, kalau tidak salah sekitar Rp. 500.000. Dan sampai sekarang, masih ada saja diskon seperti itu. Untuk saat ini, promo yang sedang aktif adalah pendaftaran .id dengan harga sekitar Rp. 50.000 saja, dan renewal yang juga didiskon menjadi sekitar Rp. 250.000 saja.

Saya sempat membaca di salah satu media online (lupa di mana), bahwa Pandi menentang cybersquatting. Tapi di sisi lain, mereka memberikan diskon, atau lebih tepatnya membanting harga besar-besaran. Hasilnya? Ya tentu saja ada ribuan domain yang di-register, tapi tidak pernah digunakan untuk website, karena banyak orang yang me-register domain hanya untuk berusaha menjualnya kembali, alias cybersquatting, atau bahasa halusnya, domaining. Lucunya lagi, sebagian besar domain yang di-register saat promo itu tidak pernah di renew oleh pemiliknya, karena tidak berhasil mereka jual, tapi terlalu mahal untuk mereka renew. Tapi domain-domain yang “bagus” itu tidak akan available untuk waktu yang lama. Saat ada promo, pasti akan ada spekulan lainnya yang me-register, dan kemungkinan besar tidak akan di-renew lagi pada tahun berikutnya.

Dan menurut pengamatan saya, banyak domain yang nasibnya hanya “berpindah” dari satu domainer ke domainer lainnya. Jadi saat ada promo mereka di-register, tapi tidak berhasil dijual, lalu expired dan dropped, lalu menjadi available lagi, lalu ada promo lagi, dan di-register lagi, oleh domainer lainnya, dan begitu seterusnya. Nah kalau seperti ini, kapan ekstensi ini bisa maju?

Kalau saya pribadi, lebih menyukai ekstensi .co.id, karena terlihat lebih terpercaya. Maksud saya, sebagian besar perusahaan di Indonesia menggunakan .co.id, bukan .id. Dan bahkan bukan .com juga. Mereka lebih memilih .co.id karena itu sudah menjadi semacam ekstensi resmi untuk website corporate yang ada di Indonesia. Karena itu lah, website yang menggunakan .co.id menurut saya terlihat lebih “meyakinkan”. Contohnya, saat anda melihat url http://www.yes.co.id/ kemungkinan besar anda akan mengira bahwa itu website dari sebuah perusahaan besar. Domainnya pendek, satu kata “yes” yang hanya terdiri dari tiga karakter, dan ekstensinya .co.id. Padahal, sebenarnya domain itu milik salah satu laundry ambil antar yang ada di Jogja 😀 yang sama sekali bukan perusahaan besar, atau belum menjadi besar, tapi sudah memakai domain yang sangat meyakinkan.

 

Privacy Policy