Exact Match Domain (EMD) – Bagus Atau Bahaya?

Beberapa bulan yang lalu (atau mungkin setahun yang lalu saya tidak ingat persis), para publisher ramai membicarakan tentang penalti yang dikenakan Google kepada website-website yang menggunakan exact match domain atau EMD. Tapi sekarang, sudah jarang yang membicarakan tentang hal ini. Saya pribadi memang sempat merasakan efek dari algoritma Google ini, yang “tidak menyukai” exact match domain. Tapi menurut saya, yang terkena imbasnya itu hanya website dengan EMD, yang kontennya isinya tidak berkualitas. Ini berdasarkan pengalaman pribadi saya. Saya punya 3 website yang menggunakan EMD. 2 di antara website itu isinya bagus (menurut saya 😛 ), sedangkan yang satu lagi isinya jelek dan hanya sedikit.

Exact Match Domain (EMD)

Ternyata, 2 website yang isinya cukup bagus itu peringkatnya tidak terpengaruh sama sekali, dan sampai sekarang masih aman, bahkan ada kecenderungan naik peringkatnya. Sedangkan website yang isinya jelek dan hanya sedikit, sekarang menghilang dari SERP, bahkan saya tidak tahu di halaman berapa. Tapi tidak de-index lho ya, cuma menghilang saja, dicari di halaman berapa saja tidak ketemu. Jadi sekarang, saya tetap menjalankan apa yang selama ini saya jalankan. Saat membuat website, sebisa mungkin memakai EMD. Dan jujur saya, belakangan ini mendapatkan domain EMD relatif lebih mudah, mungkin karena banyak orang yang takut kena penalti.

Tapi bagaimanapun juga menggunakan domain EMD memang membutuhkan banyak pertimbangan. Selain karena kemungkinan penalti Google yang saya bicarakan tadi, dari segi branding juga banyak yang perlu dipikirkan. Contohnya, jika saya berjualan susu murni, dan lokasi saya di Jogja, haruskah saya memakai domain EMD dengan kata kunci produk yang saya jual, misalnya http://www.susumurnijogja.com/, atau justru memilih domain tanpa kata kunci, yang merupakan merek atau nama perusahaan saya, misalnya akoso.com? Susumurnijogja.com lebih panjang tapi mudah untuk diingat. Sedangkan akoso.com? Pendek tapi tidak familiar. Mungkin nanti setelah anda membaca artikel ini, anda sudah lupa kalau blog ini domainnya akoso.com 😀 .

Sedangkan kekurangan dari memakai susumurnijogja.com, domain dengan EMD ini sangat generic. Orang hanya akan ingat “oh, itu website yang berjualan susu murni di Jogja.” Tapi mereka tidak akan ingat website itu milik perusahaan mana. Sedangkan kalau saya memakai akoso.com, dan kalau saya berhasil membangun brand saya, orang akan ingat bahwa perusahaan itu bernama Akoso, dan bukan yang lainnya.

Contoh paling mudah untuk menggambarkan permasalahan branding ini dengan lebih jelas adalah kalau kita mencari “rental mobil Jogja” di Google.co.id. Orang-orang yang menelepon rental mobil dengan domain-domain EMD seperti sewamobiljogja.org, rentalmobilyogyakarta.net, rentalmobiljogja.com, dan yang lainnya, tidak akan ingat, dengan rental mobil mana mereka berurusan, karena semua domainnya “mirip.” Dan nantinya, kalaupun mereka puas dengan pelayanannya, dan ada teman atau saudara mereka yang minta referensi, mereka cuma bisa bilang “pokoknya rental mobil Jogja yang ada di Google.” Sedangkan orang-orang yang menelepon rental mobil dengan domain yang ada brand nya, misalnya cvtugurentcar.com, mereka akan ingat, mereka berurusan dengan rental mobil yang mana. Dan kalau mereka puas, nantinya bisa memberikan referensi ke teman atau saudara mereka, “oh itu rental mobil cv tugu,” yang walaupun bukan domain yang utuh, kalau dicari di Google pasti akan ketemu 🙂 .

Artikel terkait:

Privacy Policy