Keuntungan Dan Kerugian Kartu Kredit

Ibarat sebuah koin yang mempunyai 2 sisi, ada keuntungan dan kerugian kartu kredit yang harus kita pahami sebelum kita memutuskan untuk membuat kartu kredit.

Keuntungan Kartu Kredit

  • Kartu kredit sangat membantu dalam keadaan mendesak. Contohnya, ada beberapa barang yang harus kita beli, tapi kebetulan kita belum gajian. Kita bisa dengan mudah membeli barang-barang yang kita butuhkan tadi dengan kartu kredit. Kemudian, setelah kita gajian, baru lah kita membayarnya.
  • Bank-bank penerbit kartu kredit biasanya bekerjasama dengan pihak-pihak lain untuk membuat semacam promosi yang bisa berupa diskon ataupun cash back bagi para pemegang kartu kredit. Contohnya, diskon yang diberikan oleh Carrefour kepada para pemegang kartu kredit dari Bank Mega.
  • Sebagian besar kartu kredit menyediakan fasilitas cicilan, yang jika dipergunakan dengan tepat, bisa membantu kita untuk membeli barang-barang yang harganya relatif mahal, dan membuatnya terasa lebih ringan karena dibayar secara bertahap. Banyak kartu kredit yang menawarkan fasilitas cicilan tanpa bunga, walaupun memang, untuk menggunakan fasilitas cicilan ini biasanya ada biaya tambahan yang harus kita bayar.

Kerugian Kartu Kredit

  • Bunga kartu kredit cukup tinggi, rata-rata sebesar 3% per bulan.
  • Biasanya ada iuran yang harus kita bayarkan setiap tahunnya. Walaupun memang, ada beberapa bank yang menggratiskan iuran tahunan ini. Besarnya iuran tahunan tergantung dari tipe kartu kreditnya. Ada yang iuran tahunannya hanya sekitar Rp. 125.00 saja, dan ada yang iuran tahunannya sampai Rp. 750.000.
  • Kartu kredit “menggoda” kita untuk menjadi konsumtif. Kita bisa membeli barang-barang yang kita inginkan, walaupun kita sedang tidak mempunyai uang. Padahal, menggunakan kartu kredit untuk berbelanja sama saja kita berhutang kepada bank, dan nantinya harus kita bayar, ditambah dengan bunganya.
  • Seringkali ada biaya-biaya tambahan yang harus kita bayar. Ada biaya overlimit, biaya keterlambatan pembayaran, dan yang lainnya.
  • Menjadi target para telemarketer. Ini satu masalah yang masih jarang dibahas, tapi cukup mengganggu. Menurut pengalaman pribadi, sejak mempunyai kartu kredit, saya jadi sering sekali ditelepon oleh telemarketer, biasanya dari perusahaan asuransi, atau dari bank lain yang menawarkan kartu kredit. Jadi kelihatannya, data para pemilik kartu kredit di-share atau mungkin diperjualbelikan.
Privacy Policy