Memanfaatkan Penghapusan Sanksi Pajak 2015

Mungkin sudah sangat terlambat, karena yang saya bahas ini penghapusan sanksi pajak yang diadakan tahun 2015 lalu. Tapi tidak apa-apa, karena memang blog ini saya gunakan untuk semacam catatan pribadi saya juga.

Sekitar pertengahan tahun 2015 saya mendapatkan 4 lembar STP (Surat Tagihan Pajak). Karena saya mempunyai CV yang tidak pernah saya laporkan pajaknya, saya dikenai sanksi sebesar Rp. 1jt per tahun. Total yang harus saya bayar Rp. 4 jt. Saya tidak pernah laporan selama 4 tahun bukan tanpa alasan. CV tersebut memang tidak aktif/tidak ada kegiatan. Jangankan laporan pajak. Memikirkan usaha yang macet saja sudah pusing. Dan sekarang, malah mau didenda. Wah, sudah jatuh tertimpa tangga.

Untungnya, saya ingat bahwa saya sempat membaca banner tentang program penghapusan sanksi pajak yang diadakan tahun 2015. Jadi, saya nekad saja, datang ke Kantor Pajak Pratama Sleman tanpa bawa uang, karena memang hanya mau tanya-tanya dulu.

Prosedur untuk mendapatkan penghapusan sanksi pajak cukup rumit. Saya juga harus membuat surat pernyataan kekhilafan yang dilengkapi dengan materai. Jujur saya yang satu ini lucu, karena membuat saya merasa seperti anak sekolah yang dihukum karena nakal 🙂 Tapi apa boleh buat. Saya ikuti saja semua prosedurnya. Yang membuat prosesnya menjadi lama adalah keharusan untuk berkonsultasi dengan AR (Account Representative) pajak yang ditunjuk. Kenapa? Karena mereka kan orang yang sibuk. Jadi seringkali saya datang dan orang yang saya cari tidak ada, atau sedang ada acara rapat atau semacamnya. Karena rumah saya jauh, ya saya tunggu saja. Ruang tunggu sangat nyaman. Tapi tetap saja, menunggu itu membosankan.

Singkat cerita, setelah semua prosedur saya lalui dan surat pernyataan saya buat, saya diharuskan untuk menunggu. Setelah sekitar 1 bulan, surat keputusan bahwa sanksi pajak untuk 4 tahun telah dihapuskan, dikirimkan ke rumah via pos. Jujur saja saya merasa sangat lega. Akhirnya clear juga, dan saya bebas dari denda yang mahal itu. Walaupun memang, pertengahan tahun 2016 ini saya baru sadar bahwa ternyata saya salah, karena ada masalah baru yang muncul, dan itu bukan salah saya. Hal ini saya ceritakan di post yang lainnya.

Privacy Policy