Memilih CMS – WordPress atau Joomla?

Saat ini memang WordPress sepertinya sudah menjadi CMS (Content Management System) yang paling populer dan paling banyak digunakan. Saya sendiri setidaknya mempunyai 10 website yang menggunakan WordPress. Tapi, website utama saya (yang menghasilkan sebagian besar pendapatan saya setiap bulan), justru memakai Joomla.

Mana Yang Lebih Baik, WordPress atau Joomla?

cms-wordpressDari segi pemakaian, menurut saya WordPress jauh lebih baik, karena lebih sederhana. Bahkan, siapapun dapat dengan mudah membuat website menggunakan WordPress. Ini sudah saya buktikan sendiri. Saya mempunyai beberapa client yang minta dibuatkan WordPress kosongan (hanya install saja, dia yang mengisi content sendiri). Mereka orang-orang yang benar-benar awam. Tapi setelah beberapa bulan, saya lihat situs WordPress mereka sudah diisi dengan banyak artikel, dan menggunakan WordPress Themes yang menarik.

cms-joomlaSekarang mari kita bahas tentang Joomla. Dari segi pemakaian, menurut saya Joomla sangat buruk, karena sangat rumit. Orang awam yang baru belajar membuat website dan langsung mencoba Joomla pasti kebingungan. Contohnya, ada berbagai module, dan plugin. Untuk artikel, harus membuat category terlebih dahulu. Lalu untuk customize template yang dipakai juga sangat sulit. Masalah dalam meng-custom biasanya terletak pada layout lokasi modul yang sudah terkotak-kotak. Sekali lagi, ini pendapat saya, yang bukan orang awam lho. Saya sudah pakai Joomla sejak tahun 2008. Satu lagi, Joomla jauh lebih berat daripada WordPress. Dengan spesifikasi dan lokasi hosting yang sama, setelah saya test, website menggunakan Joomla lebih lambat daripada yang menggunakan WordPress.

Lalu kalau rumit kenapa saya pakai bertahun-tahun? Nah, yang berikut ini mungkin merupakan kelebihan Joomla. Entah kenapa, justru website yang saya buat dengan menggunakan Joomla jauh lebih “sukses” daripada banyak website yang saya buat menggunakan WordPress. Yang saya maksud dengan “sukses” di sini adalah rankingnya di Google. Mungkin karena WordPress terlalu banyak yang pakai, dianggap agak spammy. Sedangkan Joomla, karena tidak sebanyak WordPress yang memakainya, dianggap less spammy sehingga lebih mudah mendapatkan posisi yang bagus di SERP.

Mungkin inilah yang disebut dengan “benci tapi cinta” 😀 Saya benar-benar benci Joomla, tapi tetap memakainya. Bulan lalu saja saya baru dibuat pusing oleh website Joomla saya. Saya migrasi dari Joomla 2.5 ke Joomla 3.5, astaga, sulitnya bukan main. Saya menghabiskan waktu berhari-hari sebelum akhirnya berhasil. Migrasi Joomla dari 2.5 ke 3.5 yang saya lakukan menjadi lebih sulit karena website saya sebelumnya menggunakan Joomla 1.5. Dan pada saat migrasi dari Joomla 1.5 ke 2.5 sepertinya ada yang “cacat” atau error, sehingga waktu migrasi ke Joomla 3.5 menjadi kacau balau. Padahal, upgrade atau migrasi ke Joomla yang versi baru sangat diperlukan, karena kita semua tahu, memakai CMS yang sudah outdated itu berbahaya.

Bagaimana kalau meng-upgrade WordPress? Ow gampang sekali. Hanya dengan beberapa klik saja kita bisa meng-upgrade (atau lebih tepatnya meng-update karena jarak antar versi tidak jauh) WordPress ke versi terbaru. Bahkan ada beberapa penyedia hosting yang upgrade versi WordPress secara otomatis. Kontras sekali kan, antara simpelnya WordPress dengan rumitnya Joomla?

Kesimpulan

Jadi intinya, kalau anda ingin membuat website dengan mudah dan nyaman, sehingga anda bisa fokus ke kualitas content, pilihlah WordPress. Sedangkan kalau anda ingin membuat website yang less-mainstream, pakailah Joomla 😀 Jangan lupa siapkan obat sakit kepala. Dan ini bukan hanya “sakit kepala” dalam tanda petik. Saya benar-benar sering pusing saat mengelola website Joomla 😀

Privacy Policy